Nenek Penjual Pisang
Hari ke-2030 tanpa jeda
Bagian 6
“Alasan pertama, kami tak punya uang. Alasan kedua nenek tak mau.” jelas Tania agak sedih.
“Ayo kita bawa ke RSUD, mumpung nenek masih tertidur.” Irsan berinisiatif mau menolong nenek penjual pisang itu.
“Biaya perawatan di RSUD bagaimana, Bang?”
“Kamu jangan kuatir biar Abang yang tanggung semuanya.”
“Kalau begitu aku menurut saja Bang.” ujar Tania pasrah.
Irsan lalu menelepon Ujang yang bekerja sebagai sopir keluarganya.
“Assalamualaikum Mang Ujang.” ucap Irsan saat gawainya mulai terhubung ke gawai Ujang.
“Waalaikumsalam Mas Irsan.”
“Mang tolong bawa mobil mama ke Gang Kelinci Nomor 14.”
“Ya, Mas siap ke sana.”
Sekitar belasan menit berikutnya Ujang sudah sampai di rumah nenek penjual pisang itu di Gang Kelinci yang jalannya tak terlalu lebar. Untunglah Ujang membawa citycar miliknya mama Irsan yang ukurannya agak kecil sehingga bisa masuk ke gang itu dengan mudah.
Tak membuang waktu lagi, Ujang dibantu Irsan membawa sang nenek ke dalam mobil ditemani Tania untuk pergi ke RSUD. Irsan ikut juga ke dalam mobil tersebut, sedangkan sepedanya dia titip di rumah nenek penjual pisang itu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan