Nenek Penjual Pisang
Hari ke-2027 tanpa jeda
Bagian 3
“Kalau ini?” tanya Irsan lagi.
“Pisang Mas, sesisir harganya Rp10 ribu.” jelas nenek itu.
“Aku beli dua-duanya, masing-masing satu sisir.” ucap Irsan tanpa menawar lagi, karena kasihan dengan sang nenek.
Nenek itu menyiapkan pisangnya dengan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Lalu memberikan pisang itu ke Irsan. Begitu menerima pisang itu, Irsan langsung membayarnya.
“Terima kasih, Cu.” ujarnya setelah menerima uang pembayaran dari Irsan.
“Sama-sama, Nek.” jawab Irsan penuh keramahan.
Sejak itu, hampir setiap hari Irsan selalu membeli pisang dengan nenek itu. Selain kasihan dan teringat dengan neneknya yang sudah meninggal, serta mau menolong nenek itu, Irsan membeli pisang itu karena papa, mama dan adik-adiknya menyukai pisang yang dibelinya. Setiap dia membawa pisang itu ke rumahnya, dalam hitungan jam pisang tersebut habis di makan oleh papa mama dan saudara-saudaranya yang ada di rumah mereka.
Setelah beberapa hari tak beli pisang ke nenek tersebut, karena Irsan ditugaskan oleh papanya ke luar kota hampir seminggu, pagi itu Irsan berniat mau membeli pisang itu saat dia berolahraga seperti hari-hari sebelumnya.
Namun Irsan sedikit agak kecewa, karena nenek penjual pisang tak terlihat berjualan. Besoknya Irsan berniat lagi mau membeli pisang dengan nenek itu. Lagi-lagi nenek itu tak terlihat oleh Irsan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan