Lintah Darat
Hari ke-2105 tanpa jeda
.
Bagian 6
.
Mamat dan Mahdi dengan mudah melumpuhkan tiga orang centeng Sarwan, sekali tebas saja mereka sudah kehilangan nyawanya, karena mereka bertiga sedang tertidur nyenyak dan ngorok.
Sedangkan Rudi, Umar, Wandi, setelah berusaha agak lama mencongkel pintu dan jendela rumah itu, akhirnya mereka berhasil juga masuk ke rumah. Saat berada di dalam rumah mereka menyebar dan beraksi dengan mendatangi kamar-kamar yang ada di rumah itu.
Satu persatu centeng Sarwan yang sedang tidur nyenyak dibunuh oleh ketiganya. Namun mereka bertiga belum menemukan Sarwan di mana keberadaannya. Meski semua kamar sudah dimasuki, Sarwan tetap tak ditemukan. Akhirnya Rudi mengarahkan senternya ke kamar mandi. Ternyata Sarwan tertidur di kamar mandi sedang terbaring di lantai kamar mandi.
Rudi menduga lintah darat itu mau buang air besar, karena terkena ilmu sirep Mahdi, dia jadi tertidur. Tanpa buang waktu lagi Rudi langsung menghabisi orang yang sangat dibencinya itu dengan cara menebaskan parang tajamnya ke leher Sarwan. Leher lintah darat itu hampir putus dari badannya, darah segar muncrat seketika membanjiri lantai kamar mandi itu.
Karena penghuni rumah itu sudah dihabisi semuanya, tak ada lagi penghuni lain sebab Sarwan tak memiliki istri dan tak punya anak. Mereka bertiga segera keluar rumah menemui Mamat dan Mahdi.
“Sudah beres semua sasarannya.” tanya Rudi ke Mamat.
“Sudah Pak.” jawab Mamat singkat.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan