Lintah Darat
Hari ke-2107 tanpa jeda
.
Bagian 8
.
karena semua warga yang punya hutang, berarti tak perlu repot lagi membayar hutangnya.
***
Ketika malam tiba, saat bakda Isya tak biasanya di desa itu ada lolongan anjing terus menerus. Warga desa yang umurnya sudah tua, yakin desa mereka sedang di datangi hantu. Makanya banyak warga Desa Teritir yang percaya akan kedatangan hantu di desa mereka, cepat-cepat pulang ke rumahnya dan mengunci pintu rumahnya rapat-rapat seta mematikan semua lampu.
Namun bagi anak remaja yang tak percaya hantu, mereka tetap asyik ngobrol di luar rumah di pinggir jalan dan ada juga anak remaja yang sedang bermain gaple mengisi waktu malam mereka.
Namun secara tiba-tiba hantu datang ke desa itu, melayang melewati jalan desa, dan kakinya tak menginjak tanah. Hantu itu sangat menyeramkan, lehernya hampir putus, kepala menggantung di atas bahunya, pakaiannya yang serba putih dikotori dengan bercak-bercak darah.
Sepanjang jalan tak beraspal itu, di depan rumah penduduk yang dilewatinya dia selalu tertawa dan berkata.
“Hihihi…hihihi…hihihi…hihihi…kalian tak bisa lari dariku.”
“Hihihi…hihihi…hihihi…hihihi…aku akan menuntut balas kepada kalian yang sudah membunuhku dan para centengku.”
“Hihihi…hihihi…hihihi…hihihi…”
Mengetahui ada hantu yang mencari pembunuhnya, anak remaja yang sedang asyik ngobrol di tepi jalan desa itu, lari kocar-kacir menyelamatkan diri pulang ke rumah mereka masing-masing.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan