Lintah Darat
Hari ke-2108 tanpa jeda
.
Bagian 9
.
Begitu juga dengan beberapa anak remaja yang sedang main gaple, mereka juga menyelamatkan diri dengan cara menceburkan diri mereka ke sungai, karena sungai sangat dekat jaraknya dengan tempat mereka main gaple. Untunglah semua anak remaja itu pandai berenang. Saat berada di ujung desa, mereka segera naik ke darat, dan bersembunyi ke dalam hutan untuk menyelamatkan diri.
Dalam waktu sekejap saja jalan Desa Teritir menjadi sepi dan sunyi sekali, tak seorangpun yang berkeliaran di luar rumah.
Keesokan harinya seluruh penduduk Desa Teritir menjadi heboh atas kedatangan hantu tersebut. Mereka semua berpikir hantu itu merupakan arwah Sarwan yang tidak diterima bumi, karena semasa hidupnya sudah banyak melakukan dosa, memakan uang riba dan meninggal dalam keadaan tidak wajar lantaran dibunuh oleh orang yang membencinya.
Warga Desa Teritir sepakat untuk mengusir hantu yang mendatangi desa mereka itu, dengan cara membakar jenazah Sarwan. Pagi-pagi puluhan warga desa ramai-ramai mendatangi kuburan Sarwan, lalu membongkar kuburannya yang ternyata jenazahnya masih utuh tak membusuk.
Selanjutnya mereka membakar jenazah itu dengan cara menyiramkan bensin di jenazah itu lalu menyulutnya dengan api. Belasan menit berikutnya, jenazah Sarwan sudah hancur menjadi debu.
Sore harinya banyak warga desa menjarah isi rumah Sarwan, sedangkan kelima pembunuh Sarwan dan centeng-centengnya, mengambil perahu-perahu mereka yang disita.
Pada malam harinya, warga Desa Teritir sudah merasa aman, karena tidak ada lagi hantu yang mendatangi desa mereka. Beberapa minggu berikutnya Desa Teritir sudah tenang kembali, karena kemarau panjang dan musim angin kencang sudah berakhir, sehingga warga desa itu sudah bisa mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Kasus pembunuhan Sarwan dan centeng-centengnya, dibiarkan menguap begitu saja, karena sang kades dan semua warga desa tak ada melaporkan kejadian itu ke polisi. Itu mereka sepakati karena mereka menganggap itulah balasan bagi orang yang suka menindas dan mengambil keuntungan terhadap sesamanya yang sedang mengalami kesulitan.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan