Mendadak Kaya
Hari ke-2096 tanpa jeda
.
Bagian 10
.
“Aku bilang begitu, untuk menunjukkan rasa cintaku padamu? Karena yang aku ketahui, Abang itu pemalu. Dan mungkin tak berani menyatakan perasaannya ke Aku. Dengan keterusteranganku seperti itu, aku berharap Abang tahu kalau aku mencintai Abang dan berani nembakku.
“Kau serius mencintaiku?”
“Ya, bolehkan mencintai pria jomlo sepertimu?”
“Boleh saja, tapi kau tahu darimana kalau aku jomlo?”
“Tahu dari mantanmu.”
“Maksudmu Mila?”
“Ya, Mila itu teman SMP ku. Sejak aku pindah dari kabupaten OKI ke desa tetangga sebelah desamu, aku berteman akrab dengan Mila. Dia banyak cerita tentang Abang, termasuk dia mutusin Abang.
“Oh begitu ya.”
“Bukan itu saja, dia memberiku beberapa foto Abang dari HP-nya setelah kuminta, saat aku mengetahui wajah Abang mirip almarhum calon suamiku.”
“Siska, aku juga jatuh cinta saat melihatmu pertama kali di dalam bus yang kita tumpangi kemarin. Karena saat itu aku lagi patah hati, makanya aku banyak diam saja di dalam bus itu, sebelum kau ajak ngobrol.”
“Sudah ya ngobrolnya, kalau kelamaan ngobrol kapan mencari emasnya.” ujar Siska sedikit agak kecewa ke Pudin, karena pria yang dicintainya itu belum berani nembaknya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan