Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Mendadak Kaya

Hari ke-2091 tanpa jeda

.

Bagian 5

.

Sepanjang perjalanan, Pudin lebih banyak diam. Dia tak tertarik menikmati pemandangan dari desa-desa yang dilewatinya meski dia duduk dekat jendela. Hal itu karena Pudin sedang bersedih. Sedih ingat ayahnya yang belum lama meninggal dunia, sedih berpisah dengan ibunya dan sedih diputusi pacarnya.

Pudin lebih memilih banyak melamun bersandar di jok mobil. Rupanya kelakuannya itu menjadi perhatian Siska yang duduk di sampingnya. Siska akhirnya memberanikan diri mengajak Pudin ngobrol.

“Abang mau pergi ke mana?”

“Ke Desa Padang Besar.”

“Wah…sama dengan saya.”

“Oh jadi kamu mau ke sana juga ya?” tanya Pudin ramah.

“Iya Bang, panggil saja aku Siska.”

“Oh ya…terima kasih. Namaku Pudin.” ucap Pudin mengenalkan dirinya.

Setelah itu Pudin tak terlihat lagi melamun, karena Siska selalu mengajaknya ngobrol dengan suara pelan-pelan. Agar obrolan mereka tak mengganggu penumpang lainnya. Setelah lama mengobrol, Siska menawarkan jasa baiknya.

“Abang belum tahu tentang desa yang akan kita datangi, dan tak tahu mau tinggal di mana. Abang mau tidak tinggal di tempat kami. Kedua orang tuaku kebetulan punya tempat tinggal yang semi permanen di dekat penambangan emas.”

“Oh mau sekali, terima kasih ya Siska.”

“Ya sama-sama.”

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post