Mendadak Kaya
Hari ke-2094 tanpa jeda
.
Bagian 8
.
“Sudah berapa lama Nak sampainya?” tegur sang ibu.
“Baru saja sampainya, Bu.” sahut Siska.
Sang ayah melihat kehadiran Pudin agak kaget dan termenung sebentar, karena Pudin mirip benar dengan calon menantunya yang sudah meninggal karena kecelakaan motor. Setelah menyadari orang yang sudah meninggal tak mungkin hidup lagi, Tito sang ayah langsung bertanya ke Siska.
“Pria bersamamu itu siapa?”
“Ini calon suamiku.” jawab Siska dengan berani dan tanpa malu, kalau dia sedang berbohong.
Mendengar itu, Pudin diam saja, tak mau membantah omongan Siska. Takut teman barunya itu tersinggung. Pudin pikir itulah yang harus dia lakukan membalas kebaikan Siska terhadapnya. Namun di batinnya Pudin berjanji dengan dirinya, mau menanyakan itu ke Siska saat ada kesempatan berdua saja, mengapa dirinya dibilang calon suaminya, karena dia sudah dua kali bilang begitu.
“Yah, boleh ya calon suamiku menumpang di tempat kita?” tanya Siska ke ayahnya.
“Boleh. Tapi dia mau tidur di mana? Soalnya kita tak punya kamar lagi.”
“Ah itu gampang Yah. Calon suamiku bisa menempati kamarku. Aku bisa sekamar dengan Mina pegawai Ayah.”
Mendengar itu sebenarnya sang ayah kurang setuju, tapi mau bilang apa, karena Siska anak tunggal kesayangan mereka itu mudah ngambek, kalau sudah ngambek susah membujuknya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan