Mendadak Kaya
Hari ke-2095 tanpa jeda
.
Bagian 9
.
“Bang duduk di kursi dulu ya, aku menyiapin kamarnya, setelah itu Abang bisa istirahat di kamarku.” ucap Siska ke Pudin orang yang dicintainya.
“Ya, terima kasih.”
***
Pagi itu Pudin untuk pertama kalinya pergi ke sungai yang ada di belakang warung makan milik kedua orang tua Siska. Dia pergi ke sungai membawa alat tangguk yang dipinjami oleh Siska. Dia pergi tidak sendirian, melainkan ditemani Siska.
Karena jarak sungai tempat ratusan orang mendulang emas tak jauh dari warung makan milik kedua orang tua Siska, sebentar saja mereka sudah sampai ke sungai itu.
“Ini sungainya Bang, silakan menangguk emas di mana saja.” ucap Siska.
“Ya. Terima kasih. Oh ya Siska, boleh aku tanya sesuatu sebelum aku terjun ke sungai?”
“Tanya apa?” sahut Siska.
“Tapi, maaf ya jangan tersinggung.” kata Pudin lemah lembut.
“Jangan kuatir, aku tak mudah tersinggung.” ujar Siska meyakinkan Pudin.
“Kau sudah tiga kali bilang ke orang termasuk ke ayahmu kalau aku ini calon suamimu, maksudnya apa ya?”
“Tidak boleh bilang begitu?”
“Boleh sih, no problem. Aku hanya ingin tahu saja.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan