Bocil
Hari ke-2118 tanpa jeda
.
Bagian 3
.
Pagi-pagi sekali Siti sudah keluar meninggalkan rumahnya, saat ibunya masih tertidur pulas. Sedikit pun Siti tak merasa kasihan meninggalkan ibunya yang sudah tua dan hidup sendirian di rumahnya. Siti berpikir tak apalah ibunya sendirian tinggal di rumah. Semenjak ayah dan adiknya meninggal, toh ibunya sudah sering berada di rumah sendirian, saat dia pergi menginap di kota bersama teman-temannya. Siti juga berpikir kepergiannya memang harus dirahasiakan, agar kehamilannya tak diketahui ibunya.
Setelah berjalan sekitar sepuluh menit, bertemulah dia dengan Gunawan, pacarnya di tempat yang sudah ditentukan oleh Gunawan sehari sebelumnya. Melihat kedatangan Siti, Gunawan langsung berkata.
“Syukurlah kau sudah datang, jadi Abang tak perlu lama-lama menunggumu di sini. Ayo kita berangkat sekarang ke hutan.”
“Ayo Bang, mumpung orang masih sepi.”
Berangkatlah keduanya ke hutan melewati jalan setapak yang berbecek yang ada di seberang jalan tempat mereka bertemu, tanpa ada yang berbicara. Karena jalan yang mereka lewati sangat licin bekas terkena siraman hujan saat subuh beberapa jam sebelumnya. Kalau jalannya sambil ngomong dan tidak hati-hati sudah pasti bisa terpeleset terjatuh ke tanah becek di jalan setapak itu.
Setelah melewati jalan setapak sekitar setengah jam, selanjutnya mereka melewati area persawahan warga desa. Di area persawahan itu masih sepi sekali, karena hari masih pagi, belum ada para petani dari desa mereka yang pergi ke sawahnya, karena kebiasaan orang Desa Sindang Makmur itu pergi ke sawahnya di atas pukul 07.00 pagi.
Gunawan dan Siti terus melewati jalan kecil yang ada di pinggir persawahan untuk menuju ke hutan lebat yang ada bersebelahan dengan hutan larangan. Ketika sedang berjalan itu, Gunawan kepikiran untuk segera melewati jalan menuju ke hutan larangan. Gunawan mulai mengubah rute perjalanannya dari rute menuju ke hutan lebat beralih ke hutan larangan. Merasakan hal yang aneh, Siti bertanya ke Gunawan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan