Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tatkala Cinta Memilih

Hari ke-2131 tanpa jeda

.

Bagian 4

.

Sunil mengambil kalung, gelang, dan cincin ibunya yang sedari tadi mau diberikan ibunya pada dirinya. Selanjutnya Maryam memberikan ketiga surat perhiasannya yang baru diambilnya dari laci lemari di rumah mereka. Tak lama kemudian Sunil sudah siap ke pasar kabupaten menggunakan motor bututnya. Sambil mencium tangan ibunya, Sunil pamit ke ibunya.

“Aku pergi dulu ya Bu.”

“Ya, hati-hati.”

Tak lama kemudian, Sunil sudah mengendarai motor bututnya menuju ke pasar kabupaten. Hanya menghabiskan sekitar tujuh menit dia sudah berada di toko emas milik orang Tiongha, karena jarak desanya ke kota kabupaten memang tidak terlalu jauh. Di hadapan A Kiong, Sunil berkata.

“Bos, aku mau menjual perhiasan ini.”

“Surat-suratnya mana?” tanya A Kiong.

Sunil mengeluarkan surat-suratnya, lalu memberikan ke A Kiong. Setelah melihat surat-surat emas itu dan menimbang satu persatu emas yang mau dijual Sunil, A Kiong berkata.

“Semuanya Rp6,9 juta.”

“Kok murah Bos, padahal harga emas sedang naik?”

“Ini sudah dihitung dengan harga emas sekarang, tapi dipotong biaya pembuatannya.”

“Tambahlah Bos, jangan harga segitu. Jadikan Rp7,5 juta ya?”

“Saya lagi baik hati, saya cukupkan jadi Rp7 juta ya? Kalau tak mau tak apa-apa.”

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post