Menata Hidup Baru
Hari ke-2203 tanpa jeda
Bagian 1
.
Rahmat masih dalam suasana berduka, karena dia baru sekitar lima minggu kehilangan istri yang dicintainya, sekaligus kehilangan anak pertamanya. Istrinya meninggal saat melahirkan anak pertama mereka. Si anak yang diberi nama Sceren Puteri sempat bertahan hidup di alat inkubator hanya selama dua hari, kemudian meninggal juga menyusul sang ibu, karena anak pertama Rahmat itu dilahirkan sebagai bayi prematur.
Kehilangan dua orang yang sangat dicintainya itu, membuat Rahmat sangat bersedih, hampir setiap waktu dia banyak murung di rumahnya. Memiliki kekayaan yang lumayan untuk ukuran orang di tempat dia tinggal, tidak bisa membuat kesedihannya terobati.
Uang yang banyak, mobil yang bagus, rumah yang besar dan isinya yang lengkap serta memiliki toko, tempat untuk memasarkan mebel hasil buatannya yang mendatangkan uang yang banyak, tidak bisa membuatnya bahagia. Kenangan bersama istrinya sulit dia lupakan, juga impiannya untuk memiliki anak pupus sudah karena musibah itu.
Di kota kecamatan tempat perantauannya itu, Rahmat tak memiliki siapa-siapa lagi. Keluarga besarnya berada di provinsi kelahirannya, di Sumatera Selatan. Keluarga almarhum istrinya baru saja pindah ke Provinsi Lampung. Jadi tak ada yang bisa menghiburnya, agar dia cepat move on.
Siang itu, saat berada di kamarnya sendirian sambil terus termenung, Rahmat berkata dalam hatinya.
“Kalau begini terus, aku bisa gila. Kalau aku sudah menjadi orang gila percuma semua kesuksesan yang telah kuraih, semuanya tak bisa aku nikmati. Aku tak mau itu terjadi padaku. Aku harus segera bertindak.”
Usai berkata di dalam hatinya tersebut, Rahmat terpikir mau pulang kampung kelahirannya saja. Untuk beberapa hari atau mungkin beberapa minggu ke depannya, toko mebelnya mau dia ditutup saja. Meski tak dapat pemasukan uang karena bisnis mebelnya tak berjalan, dia pikir tak apalah, karena uang bukan segalanya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan