Tak Bisa Move On
Hari ke-22230 tanpa jeda
Bagian 4
.
“Mau Bang, asal kamu mencintaiku dan tidak membuatku hidup terlantar.”
“Kalau mau, kamu bicarakanlah dengan ayah ibumu. Kalau kedua orang tuamu setuju dan persiapannya sudah matang, aku akan mengajak kedua orang tuaku untuk melamarmu.”
“Iya Bang, aku secepatnya membicarakan kemauan Abang pada kedua orang tuaku, kalau mereka setuju, Abang segera aku beritahu.”
“Terima kasih Ani.”
“Sama-sama Bang.”
***
Sore tiba, Sunil dan Idi sudah siap pergi ke kebun durian, mengendarai motor bebek Sunil, karena Idi tak memiliki sepeda motor. Setelah segala keperluan sudah siap untuk dibawa ke kebun durian, Idi menyalami kedua orang tuanya, sambil berkata.
“Ayah, Ibu aku pergi dulu ya…”
“Ya hati-hati.” jawab ayah ibunya hampir bersamaan.
“Mang, Bik…aku juga pamit pergi untuk menemani Idi.”
“Bagaimana dengan sekolahmu, apa kau tidak terlambat pergi ke sekolah besok dari kebun sana?” tanya Mirna ibunya Idi.
“Aku lagi liburan semester Bik.” jawab Sunil menjelaskan dengan bibiknya.
“Ayahmu sudah mengizinkan kau tidur di kebun durian menemani Idi?” tanya Suryo ayah Idi.
“Sudah Mang.”
“Kalian hati-hati ya…” ujar Suryo.
“Iya Mang, kami pergi dulu ya Mang, Bik.”
“Iya…hati-hati.” jawab Mirna dan Suryo serempak.
“Iyaaa…” ujar Sunil dan Idi bersamaan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan