Tak Bisa Move On
Hari ke-2231 tanpa jeda
Bagian 5
.
Sunil langsung menghidupkan motornya, lalu tancap gas meninggalkan halaman rumah Idi menuju ke jalan desa. Setelah melewati jalan desa mereka sekitar dua menit, motor belok kiri mulai melewati jalan setapak tanah merah. Untungnya jalan itu tak terkena air hujan. Kalau selepas hujan biasanya susah dilewati, karena jalannya berlumpur.
Dengan gesit sekali Sunil mengendarai motornya di jalan setapak itu, karena jalannya sepi dia menarik gasnya full, kecepatannya gila-gilaan.
“Sunil jangan ngebut-ngebut, kalau kita kecelakaan nikahku jadi tertunda.”
Mendengar omongan sepupunya, Sunil memelankan motornya, tapi tak menanggapi omongan Idi, dia pikir kalau sudah tiba di pondok durian saja dia baru menanggapi omongan sepupunya itu. Agar ngomongnya lebih leluasa.
Sekitar tujuh menit berikutnya keduanya sudah sampai di kebun durian milik Suryo ayahnya Idi. Sunil memarkirkan motornya di bawah pondok, dia juga mengunci stang motornya dan memasang kunci tambahan, agar motornya tak dicuri orang, saat dia sedang tidur malam nanti.
Begitu tiba di pondok itu Idi segera memanaskan air dalam cerek, untuk membikin kopi buat mereka berdua. Sekitar lima menit berikutnya mereka sudah menikmati kopi hitam manis yang masih panas. Saat menikmati kopi itu, Sunil mulai bertanya.
“Kau mau segera menikah ya?”
“Baru rencana, tinggal menunggu jawaban dari kedua orang tua Ani.”
“Memangnya kau sudah menyuruh Ani untuk ngomong ke ayah ibunya?”
“Sudah. Kau mau menikah juga?”
“Belum, mungkin nunggu kami tamat SMA sekitar setahun lagi. Kau dan Ani enak tak sekolah lagi, jadi tak ada halangan untuk segera menikah.”
“Itulah enaknya jadi anak tidak bersekolah lagi.”
“Kalau seandainya kedua orang tua Ani setuju, jadi kalian segera menikah.”
“Iya.”
“Aku doakan, kedua orang tua Ani menyetujui kalian untuk menikah ya.”
“Aamiin…” jawab Idi.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan