Tak Bisa Move On
Hari ke-2228 tanpa jeda
Bagian 2
.
Begitu sampai di Desa Kijang Sakti, ternyata cewek keduanya sudah menunggu di kebun durian di pinggir jalan, sesuai janji mereka untuk ketemuan bukan di rumah mereka, karena keduanya merasa malu dengan tetangga pacaran di siang hari.
Agar leluasa ngomong berduaan, Ani sengaja mengajak Idi duduk di bawah pohon duku yang sudah ada bangkunya, yang terbuat dari papan dan batang pohon. Sedang Lusi dan Sunil duduk di pondok tempat menunggu durian, di kebun durian milik ayah Lusi.
“Apa ayahmu tak marah kita pacaran di pondok ini?” tanya Sunil membuka obrolan mereka.
“Tenang, ayahku lagi di Jakarta.”
“Ada keperluan apa beliau ke Jakarta?”
“Menghadiri wisuda kakakku.”
“Jadi ibu ikut juga ke Jakarta?”
“Iya.”
“Kamu mengapa tak ikut?”
“Aku dan abangku ditugasi jaga kebun durian ini. Aku jaga siang, abangku jaga malam.”
“Kalau abangmu melihat kita pacaran di pondok ini, dia marah tidak ya?”
“Tenang saja, sekarang abangku sedang tidur di rumah buat begadang untuk jaga kebun nanti malam.”
“Jadi kita aman pacaran di sini.”
“Aman dong, karena kita tak melakukan hal yang terlarang.”
“Iya sih.”
Diam beberapa detik, Sunil mulai memberanikan diri untuk ngomong serius dengan Lusi.
“Bagaimana kalau dalam waktu dekat ini kita menikah saja, Lus.”
“Untuk apa Bang menikah cepat, kita nikmati dulu masa muda kita.”
“Aku takut nanti kamu direbut orang, Lus.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan