Pengorbanan Seorang Ayah
Hari ke-2240 tanpa jeda
Bagian 2
.
“Itulah alasan Ibu waktu itu mendesakmu menikahi Sceren bukan menikahi Marni. Kalau kau menikah dengan Sceren, pasti hidupmu makmur. Sebab Sceren selain sudah PNS, dia anak tunggal orang kaya.”
“Aku tak cinta Sceren, Bu. Aku hanya mecintai Marni.”
“Makan tu cintanya.” ucap Leha sambil meninggalkan Iwan sendirian di ruang tengah rumahnya.
Mengetahui ibunya sudah memasuki kamarnya, Iwan hanya bisa termangu sendirian di ruang tengah rumah ibunya itu. Tak lama kemudian Iwan pergi meninggalkan rumah orang tuanya, untuk mendatangi rumah abangnya buat minta bantuan pinjaman uang.
Namun baru beberapa langkah melangkahkan kakinya, Iwan membatalkan niatnya untuk ke rumah abangnya, karena dia sudah memprediksi takkan berhasil meminjam uang ke abangnya, sebab hutang lamanya masih menumpuk. Lagi pula Iwan tak kuat mendengar omelan kakak iparnya yang judes dan pelit. Jalan satu-satunya untuk mendapatkan pinjaman uang mendatangi rumah temannya Baktiar yang sudah PNS, siapa tahu temannya itu mau meminjami dirinya uang.
Pergilah Iwan ke rumah Baktiar, yang lokasi rumahnya berada di ujung desa dan bisa ditempuh naik motor sekitar tiga menit. Baru saja Iwan mengendarai motornya menuju ke rumah Baktiar, di persimpangan jalan dia berpapasan dengan Baktiar.
“Tiar kau mau pergi ke mana?”
“Mau menjenguk nenekku yang sedang sakit.”
“Kebetulan aku ketemu kau di sini. Bisa tidak aku minta tolong?”
“Minta tolong apa teman?”
“Pinjami aku uang sedikit saja, honorku belum cair.”
“Sama teman, gajiku juga belum cair. Beginilah masalah kita sebagai pegawai pemerintah kabupaten di awal tahun, penghasilan kita baru cair tengah bulan.”
“Jadi kau tak bisa menolong aku?”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan