Pengorbanan Seorang Ayah
Hari ke-2242 tanpa jeda
Bagian 5
.
Karena kedua preman itu melihat muka Marni terlihat seperti tidak berbohong, akhirnya mereka percaya kalau Iwan yang mereka cari sedang tidak berada di rumahnya. Sebelum mereka pergi meninggalkan rumah Marni, salah seorang pria itu berkata.
“Besok kami ke sini lagi, bilang ke suamimu jangan pergi ke mana-mana.”
“Ya Bang.”
Usai mendengar jawaban Marni, keduanya langsung pergi. Setelah pria itu sudah jauh perginya, Marni langsung menutup pintu rumahnya. Selanjutnya istri Iwan tersebut pergi ke dapur untuk membikin sarapan. Belum lama berada di dapur, Marni merasakan perutnya sakit. Semakin lama sakitnya semakin menjadi dan kemudian disertai ada cairan yang keluar dari alat kemaluannya.
Mengetahui itu, Marni berteriak memanggil suaminya yang masih ada di kamar.
“Ayah…Ayaaah…Ayaaaaah…toloooong!”
Mendengar teriakan istrinya, Iwan cepat-cepat ke dapur menemui istrinya. Begitu sampai di dapur dan melihat istrinya seperti sedang kesakitan dan ada cairan di lantai, Iwan jadi tahu kalau istrinya mau melahirkan.
“Ibu bertahan ya, Ayah keluarkan motor dulu. Kita segera pergi ke rumah sakit.”
“Ya Ayah, sekalian siapkan semua keperluanku untuk melahirkan.” kata Marni ngomong terbata-bata sambil menahan rasa sakit.
“Iya Bu.”
Sekitar sepuluh menit berikutnya, mereka sudah meninggalkan rumah menuju ke RS Kasih Bunda. Begitu sampai di RS Kasih Bunda, Iwan langsung membawa istrinya ke bagian ruang bersalin. Marni langsung ditangani dokter dan perawat yang bertugas di ruang itu. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata bayi yang bakal lahir posisinya sungsang. Dokter langsung memanggil Iwan. Begitu berada di ruang dokter, sang dokter menjelaskan tentang posisi bayi yang akan dilahirkan Marni.
“Karena posisi anak Bapak sungsang, jadi sebaiknya istri Bapak melahirkan secara caesar.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan