Pernikahan di Ujung Duka
Hari ke-2277 tanpa jeda
Bagian 8
.
Sang dokter sangat terharu menerima itu, namun dia masih sempat mengucapkan terima kasih kepada pacarnya itu. Selanjutnya mobil mulai bergerak. Keduanya saling melambaikan tangan lagi. Saat mobil yang ditumpangi dr. Iwan tak terlihat lagi, karena sudah jauh berjalannya. Putri meninggalkan rumah dinasnya untuk berangkat kerja karena sudah dijemput oleh rekan kerjanya menuju ke Pantai Tanjung Kelayang untuk menaiki perahu motor seperti biasanya, mengunjungi desa-desa yang ada di seberang lautan seperti hari-hari sebelumnya.
***
Hari-hari terus berganti, karena waktu terus berjalan. Setelah dua tahun lebih menjalankan dinasnya di Desa Keciput, Putri dimutasi ke daerah pinggiran Kota Jakarta. Bukan ke kota kelahirannya di Palembang.
Mendapat tempat tugas yang baru, di satu sisi Putri sedih, karena tak bisa berkumpul dengan keluarga besarnya di Palembang. Namun di sisi lain Putri agak senang, bertugas di daerah pinggiran Kota Jakarta berarti dia tak berjauhan lagi dengan dr. Iwan. Dalam hayalannya dia bakal sering dikunjungi oleh dr. Iwan.
Namun kenyataan yang diterima Putri bertolak belakang dari hayalannya, boro-boro akan ditemui dr.Iwan, di telepon saja pacarnya itu tak pernah menerima telepon darinya, berkali-kali di chat juga tak pernah dibalas. Beda sekali saat Putri masih berada di Desa Keciput, dr. Iwan sering menelponnya dan selalu membalas chatnya.
Putri merasa heran sekali, sejak menjelang dia di mutasi sampai dia sudah di mutasi, dr. Iwan tak pernah menghubunginya, padahal handphone dr.Iwan selalu aktif. Untuk menjawab keheranannya, pada hari libur, Putri memberanikan diri untuk mendatangi alamat rumah dr. Iwan yang dia ketahui.
Datanglah Putri pagi itu menaiki taksi online, setelah menempuh perjalanan satu jam lebih, sampailah dia ke alamat rumah pacarnya itu. Saat turun dari taksi online tersebut, Putri langsung kaget melihat rumah orang tua pacarnya itu, terpasang dua tenda besar dan lagi ramai dikunjungi orang, dan kebanyakan mereka berpakaian serba hitam.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan