Indah Pada Waktunya
Hari ke-2321 tanpa jeda
Bagian 9
.
“Kalian berani mendekat, ku tikam leher Amir.”
Mendengar ancamanku ciut juga nyali ketiga temannya, mereka tidak berani mendekat. Sedangkan Amir sendiri meringis menahan sakit karena kedua tangannya aku pelintir ke belakang. Lalu aku berkata.
“Mana uangku yang kau rampas kemaren?”
“Nanti aku kembalikan, tapi lepaskan dulu pelintirannya.”
“Tidak, aku minta sekarang uangku.”
Lalu salah seorang temannya memberikan uang pecahan sepuluh ribu kepadaku seraya berkata.
“Kembaliannya ambil saja untukmu.”
Aku terima uang itu dengan tangan kananku yang masih memegang keris, uang segitu ketika itu cukup banyak nilainya.
“Lepaskan aku.” kata Amir memberontak.
“Baru kulepas, jika kalian berempat berjanji tidak menggangguku lagi.”
“Janji.” kata mereka berempat hampir bersamaan.
“Aku tidak mendengar, coba yang lebih keras lagi.”
“Janji….!” kata mereka berempat serempak setengah berteriak.
“Kurang lengkap janjinya, ulangi lagi…!” kataku membentak
“Kami berempat berjanji tidak mengganggumu lagi.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan