Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Indah Pada Waktunya

Hari ke-2319 tanpa jeda

Bagian 7

.

“Bisa masuk penjara Ayah.”

“Masuk penjara lebih terhormat demi membela kebenaran, menjadi anak laki-laki jangan pengecut selagi kita benar, jangan mau ditekan orang. Bangsa kita sampai sekarang masih dijajah oleh Belanda kalau pemudanya tidak berani melawan.”

“Kalau begitu boleh aku pinjam pisau milik ayah agar aku bisa meniru kebiasaan Ayah?”

“Jangan, itu kebiasaan generasi Ayah, generasimu sudah berbeda, generasimu sekarang tidak membutuhkan pisau dipinggang lagi melainkan butuh ilmu yang banyak di otakmu agar bisa mengalahkan lawan.”

“Tapi….aku membutuhkan pisau itu Ayah.”

“Kenapa?”

“Tidak apa-apa Ayah, untuk jaga-jaga saja.”

“Kau terus terang saja pada Ayah, dari kecil kau dididik untuk berkata jujur.Katakan untuk apa?”

“Ya Ayah, dalam seminggu ini aku dibully oleh geng Kumbang Hitam bahkan tadi uangku dirampas oleh mereka.”

“Apaaa! Berani sekali mereka berbuat begitu padamu, ayo sekarang, antarkan Ayah ke mereka, Ayah habisi mereka semua,” kata ayahku berteriak dan bangkit dari tempat duduknya.

“Sabar Ayah, aku tidak mau melibatkan Ayah, aku bisa mengatasinya sendiri, pinjami saja aku pisau.”

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post