Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menggapai Kehidupan di Perantauan

Hari ke-2325 tanpa jeda

Bagian 3

.

“Tidak usah Mbak, aku menolong Mbak dengan ikhlas, sudah kewajibanku menolong orang yang sedang mengalami masalah.”

“Terima kasih ya Mas, namaku Tania, mas mau ke mana?” katanya sambil menyalamiku.

“Sama-sama, aku Imron, aku mau pulang ke kontrakan pak Haji Abdul,” kataku.

“Oh kalau begitu Mas Imron naik mobil saya saja, kebetulan searah jalannya, lumayan jauh kalau jalan kaki.”

Karena aku memang capek, tawaran itu aku terima saja, aku disilakan duduk di jok depan di sampingnya, aku duduk saja tanpa ragu-ragu sambil memegang map. Ketika mobil sudah jalan Tania bertanya kepadaku.

“Mas cari kerja ya? Bagaimana kalau Mas kerja saja di bengkel mobil ayahku? Kebetulan ayah membutuhkan karyawan yang mengerti tentang mesin.”

“Waah….kebetulan sekali Mbak, aku memiliki ijazah S1 tehnik mesin.”

“Atas nama ayahku, Mas Imron langsung saya terima sebagai karyawan di bengkel ayah, mengenai hal-hal lain bisa dibicarakan dengan ayahku dan besok sudah mulai bekerja.”

Bukan main gembiranya aku, karena gembiranya sampai tidak menyadari kalau tempat kontrakanku sudah sampai. Aku baru menyadarinya ketika Tania menghentikan mobilnya.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post