Kerja Berbuah Cinta
Hari ke-2342 tanpa jeda
Bagian 2
.
Habis Magrib sampai menjelang pukul sepuluh malam rumah kami ramai di kunjungi tetangga dan teman-teman se desaku, ingin bertemu denganku atau sekadar untuk mengobrol.
Memang begitulah adat kebiasaan di desaku setiap ada yang pulang setelah sekian lama merantau pasti yang bersangkutan membagikan uang kepada semua keponakan dan sanak famili dan malamnya ramai rumahnya dikunjungi oleh para tetangga dan teman-teman se desanya.
Hanya tertidur sebentar, sebelum subuh aku sudah harus bangun untuk segera berangkat ke bandara. Sebelum berangkat ke bandara ibu sempat mengobrol denganku, banyak sekali yang kami obrolkan, salah satu yang aku ingat di antara yang banyak kami obrolkan yaitu keinginan ibu agar aku segera menikah, karena beliau menganggap umurku sudah cukup untuk menikah dan mumpung beliau masih hidup.
Aku hanya katakan” Insya Allah kalau jodohku sudah sampai.” Lalu aku pamit pergi ke bandara diantar oleh abangku naik mobilnya sebelum waktu subuh, agar tidak terlambat di bandara, karena aku mengambil penerbangan pagi Maskapai Air Asia.
Setelah menempuh satu jam perjalanan, aku sudah memasuki pinggiran kota Palembang. Ketika mampir di POM bensin untuk mengisi bensin terdengar kumandang azan subuh, kami sekalian salat subuh di tempat itu yang kebetulan ada fasilitas tempat salatnya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan