Kerja Berbuah Cinta
Hari ke-2350 tanpa jeda
Bagian 8
.
Secara tak terduga sehabis makan malam, Nelsi mengajakku ke tempat duduk yang sudah dua kali kami kunjungi, nasib baik malam itu tempat yang biasa kami duduki belum ditempati orang. Kami duduk seperti biasa di tempat itu seperti yang pernah kami lakukan sebelumnya dengan ditemani minuman dingin dan makanan ringan.
Dikeremangan malam yang berhias lampu kerlap-kerlip aneka warna, kami sangat menikmati suasana malam itu, karena malam itu adalah malam terakhir kami di Singapura. Mungkin besok harinya setelah berada di tanah air, kami sudah jarang bertemu atau mungkin tidak pernah bertemu selamanya, karena faktor tempat tinggal kami yang berbeda provinsi.
Setelah sekian menit kami berdiam diri dengan perasaan masing-masing secara tiba-tiba Nelsi memulai obrolan.
“Mas, maafkan aku malam itu belum menjawab pertanyaanmu, karena aku masih trauma dengan masa laluku.”
“Maksudmu?”
“Sekitar lima tahun yang lalu aku punya pacar, kami saling mecintai bahkan kami berjanji untuk melanjutkan ke jenjang perkawinan, namun di tengah menyusun rencana itu, tanpa kuketahui penyebabnya, tiba-tiba pacarku meninggalkan aku begitu saja dan menikah dengan wanita lain. Betapa menderita dan tersiksanya aku waktu itu, sejak kejadian itu aku jadi trauma, tak mudah menerima cintanya laki-laki.”
“Tapi tidak semua lelaki seperti itu kan?”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan