Budak Cinta
Hari ke-2379 tanpa jeda
Bagian 2
“Tidak ada Bang, aku masih jomlo.”
“Sama kalau begitu, aku juga masih jomlo.” ucap Sunil bohong.
“Abang menyukai olahraga sepak bola?”
“Sangat suka sekali, makanya aku datang ke desamu untuk menonton pertandingan ini.”
Beberapa detik berikutnya keduanya diam saja, mungkin kehabisan bahan obrolan. Namun tak lama kemudian, secara tiba-tiba Sunil berkata, karena mulai ada keberanian untuk nembak Sainaya.
“Kita setidaknya ada dua kesamaan ya…”
“Apa itu Bang?”
“Sama-sama jomlo dan sama-sama suka bola, berarti kita…” ucap Sunil tak melanjutkan omongannya.
“Berarti apa Bang?”
“Kita cocok.”
“Kalau kita cocok, Abang mau apa?”
“Maukah kamu jadi pacarku?”
“Abang serius mau pacaran denganku?”
“Serius…mau ya?”
“Ya…deh aku mau. Tapi kelak aku jangan dikecewakan ya Bang…”
“Iya…aku janji.” ucap Sunil sungguh-sungguh.
Usai Sunil mengucapkan janjinya, pertandingan sepak bola dimulai. Di dekat mereka ada beberapa orang yang baru datang duduk bersama untuk menyaksikan pertandingan itu. Sehingga keduanya tak bisa lagi ngobrol.
Keduanya fokus menyaksikan pertandingan sepak bola pada sore itu. Ketika ada gol yang masuk ke gawang kesebelasan dari Desa Rawang Jaya, begitu sebaliknya, Sunil dan Sainaya diam saja tak menunjukkan rasa senang dan tak menunjukkan dukungan ke kesebelasan desa mereka masing-masing.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan