Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sejodoh

Hari ke-2389 tanpa jeda

Bagian 3

Beberapa menit berikutnya baru terdengar Iwan berkata.

“Tamunya tidak ditawari duduk ya?”

“Oh ya maaf, silakan duduk.” kata Mirna menyuruh Iwan duduk.

Iwan langsung duduk, baru saja Iwan duduk di sofa empuk itu, Mirna berkata lagi.

“Mengapa kamu ke sini?”

“Menemuimu, aku siap melamarmu.”

“Tidak Iwan, itu tidak mungkin terjadi, aku sudah dilamar oleh Alex.”

“Kenapa kau terima lamaran pemuda itu, kamu kan kekasihku?”

“Kekasih?” kata Mirna menahan emosi mau menangis. Untuk beberapa detik tidak ada pembicaraan di antara mereka, terlihar butir-butir bening menetes dari mata Mirna membasahi pipinya.

Di teras luar rumah, Alex yang sudah beberapa menit datang untuk menjemput Mirna, secara tak sengaja mendengar pembicaraan keduanya, lalu membatalkan untuk masuk rumah dan segera pergi lagi tanpa sepengetahuan Mirna dan Iwan.

Setelah beberapa detik berdiam diri karena menahan emosi, akhirnya Mirna berbicara lagi dengan nada marah.

“Kalau kau merasa aku kekasihmu, kenapa beberapa tahun kau tidak menghubungi aku, padahal komunikasi di antara kita begitu mudahnya.”

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post