Tempat Terlarang Pacaran
Hari ke-2363 tanpa jeda
Bagian 5
“Hi….hi….hi….hi…, kalian berbisik apa?” tiba-tiba terdengar lagi tawa dan suara yang menyeramkan itu.
“Coba bicara yang keras, ulangi apa yang kalian katakan tadi, kalau tidak aku segera turun dari atas loteng ini menyedot otak-otak kalian. Cepaaaat…!” suara yang menyeramkan itu membentak Rehan dan Lena.
“Ya…!” Jawab Rehan ketakutan.
“Cepaaat, katakan!” bentak suara itu lagi.
“Kami mengaku salah, sudah banyak melakukan perbuatan yang dilarang agama, tapi saya bersumpah tidak pernah berzinah.”
“Makanya kalian berdua harus dihukum mati, disedot otaknya sebagai balasan atas dosa kalian.”
“Jangan bunuh kami, kami berjanji tak akan melakukan dosa lagi, dan tidak pacaran di sini lagi.” kata Rehan sambil menangis.
“Ya, kami berjanji .” kata Lena ikut berkata.
“Hi….hi….hi….hi….baiklah kalian aku maafkan, sekarang pulanglah cepaaaaaat……! Sebelum aku berubah pikiran.”
“Ya, Nek terima kasih.” kata dua sejoli itu hampir bersamaan sambil bangkit agak ketakutan.
Dua sejoli itu segera bangkit mau keluar dari rumah hantu itu. Baru saja mereka hendak menuju pintu keluar, tiba-tiba pintu membuka dengan sendirinya. Mereka tidak memikirkan keanehan yang sudah terjadi, meskipun sebenarnya tidak aneh itu semua kerjaan dan skenario dari pegawai pak Haji Murod.
Begitu berada di luar rumah hantu itu mereka bergegas keluar meninggalkan lahan luas pak Haji Murod. Sejak itu Rehan dan Lena tidak lagi pacaran di lahan luas pak Haji Murod maupun di tempat lain.
Begitu juga remaja-remaja yang lain di perkampungan nelayan Makarti setelah mendengar cerita pengalaman Rehan dan Lena mereka kapok untuk pacaran di tempat itu.
Akhirnya remaja-remaja yang ada di perkampungan nelayan Makarti memasang papan yang bertuliskan tempat terlarang untuk pacaran di dekat pintu masuk lahan luas pak Haji Murod.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan