Penyesalan
Hari ke-2417 tanpa jeda
Bagian 11
“Saya merasa tak enak saja hanya makan minum dan diberi tumpangan di sini tidak kerja apa-apa, makanya ketika melihat air kolam banyak kejatuhan daun-daun, saya berinisiatif membersihkannya.”
“Oh…begitu, sudah ya saya tinggal dulu.”
“Ya…ya…terima kasih.”
Tania lalu masuk ke dalam rumah untuk beristirahat di kamarnya, sedangkan Ali tetap duduk di tempatnya sambil menghirup kopinya yang masih tersisa.
***
Pada sore harinya, saat Sadikin sudah pulang dari kantornya, Tania langsung mendekati sang papa, untuk menanyakan perihal Ali.
“Pa…Bang Ali diberi kerja apa?”
“Rencananya Papa mau menjadikan dia sebagai pengawalmu.”
“Mengapa aku mesti dikawal?”
“Karena Papa tak mau lagi kau mengalami kecelakaan.”
“Kecelakaan itu musibah Pa, siapa yang bisa menghindari musibah.”
“Iya juga sih. Tapi dengan adanya pengawal kamu bisa lebih aman, karena selalu dijaga.”
“Bang Ali mengapa tidak dijadikan sebagai supirku saja.”
“Tadinya Papa berpikiran seperti itu, tetapi setelah Papa mendengar sendiri pengakuan Ali, kalau dia tak bisa pegang stir, akhirnya dia Papa jadikan pengawalmu.”
“Mengapa Papa memperlakukan Ali terkesan istimewa sekali?”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan