Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Penyesalan

Hari ke-2415 tanpa jeda

Bagian 9

“Karena Bapak sudah ada di sini, tugas saya sudah selesai mengantarkan anak Bapak ke sini. Saya mau pergi dulu.” ucap Ali ke Sadikin sambil berdiri dari tempat duduknya.

“Tunggu Bang. Saya mau ngobrol denganmu. Silakan duduk dulu.”

Ali kembali duduk di tempat dia duduk tadi, Sadikin juga duduk di samping Ali.

“Namamu siapa, apa hubunganmu dengan Tania anak saya?”

“Nama saya Ali Pak, saya tak punya hubungan apa-apa dengan Tania anak Bapak.” jawab Ali tanpa ragu-ragu.

“Mengapa Abang menolong Tania?”

“Kebetulan saja Pak.”

“Maksudmu?”

“Saya baru saja tiba di Muntok ini hendak mencari kerja, karena lapar saya mampir di warung makan pinggir jalan untuk makan. Usai makan saya mendengar benturan keras, pas saya menoleh ke arah sumber suara, ternyata mobil Tania menabrak pohon yang ada di seberang jalan tempat saya makan. Saya dan ibu pemilik warung tergerak hati untuk menyelamatkan anak Bapak ke sini.”

“Terima kasih Bang sudah menolong Tania. Ibu pemilik warung itu mana?

“Sudah kembali ke warungnya Pak.”

“Oh begitu. Sebagai ucapan terima kasih, maukah Abang kerja dengan Bapak?”

“Kerja apa Pak?”

“Nanti Bapak pikirkan kerja apa yang cocok untukmu, yang penting Abang mau tidak?”

“Mau Pak.”

“Kalau begitu, kau jangan ke mana-mana lagi, temani Bapak di sini ya?”

“Siap Pak.”

***

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post