Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pertemuan yang Menyakitkan

Hari ke-2401 tanpa jeda

Bagian 5

Saat makan siang di kantin kantornya, Luna dan Amir sengaja mengambil posisi pojok ,agar mereka leluasa mengobrol atas permintaan Amir karena mau menyatakan permintaan maafnya, gara-gara ia membonceng Luna membuat masalah bagi hubungan Luna dan Deni.

“Luna aku minta maaf, gara-gara kamu naik motorku, kamu jadi ribut dengan tunanganmu,” kata Amir memulai pembicaraan.

“Tidak perlu Bang, Abang tidak bersalah aku bahkan sangat berterima kasih kepada Abang,” kata Luna yang masih emosi.

“Berterima kasih apa?”

“Dengan kejadian tadi mataku menjadi terbuka lebar untuk mengetahui sifat buruk Deni, ternyata pendidikan tinggi di luar negeri seseorang tak menjamin seseorang memiliki attitude dan moral yang baik. Untung saja ia belum menjadi suamiku,” kata Luna masih dikuasai emosi sambil melepaskan cincin tunangannya lalu diberikannya ke Amir.

Amir yang keheranan dengan perbuatan Luna yang memberikan cincin itu lalu bertanya.

“Ada apa dengan cincin ini?” tanya Amir yang kebingungan.

“Aku minta kau berikan cincin ini ke Deni, sebagai tanda aku memutuskan ikatan pertunangan kami.”

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post