Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pertemuan yang Menyakitkan

Hari ke-2399 tanpa jeda

Bagian 3

Di saat ia lagi gelisah dan berpikir itu, secara tak sengaja dia melihat ke samping kanan, terlihat olehnya Luna tunangannya lagi memegang erat perut Amir teman sekantornya, yang memboncengnya naik motor menuju ke kantor mereka.

Karena pengaruh kurang tidur, sebab ke bandara menjelang subuh dan belum sarapan, karena buru-buru mau cepat sampai ke rumah plus banyak pikiran, karena terjebak kemacetan, sehingga pikiran Deni tidak bisa berpikir dengan jernih, dia dengan mudah tersulut emosi melihat Luna di bonceng laki-laki lain, meski itu cuma teman kantornya.

Tanpa pikir panjang Deni turun dari taksi yang ditumpanginya setelah membayar taksi itu, lalu menyeberang jalan ke arah Luna yang juga terjebak macet, sambil menenteng koper bawaannya.

Setelah dekat dengan Luna dengan penuh emosi dia menyuruh Luna turun dari motor yang ditumpangi tunangannya itu sambil berkata.

“Ketahuan ya, kamu selingkuh ya?”

“Apa-apaan sih, malu Mas dilihat orang!”

“Turun dari motor ini,” kata Deni membentak Luna dengan kasarnya, Luna tak bergeming sedikitpun, ia tetap memeluk pinggang Amir, sedikit pun ia tidak berniat turun dari motor Amir teman sekantornya itu.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post