Penyesalan
Hari ke-2428 tanpa jeda
Bagian 22
Begitu berada di ruang tamu dan disilakan duduk oleh Siti, Intan celingak celinguk melihat isi rumah dan kemewahan rumah itu, karena Tania membeli rumah itu ke pemiliknya beserta isinya.
“Nak Intan mau minum apa, panas atau dingin?” tanya Siti yang mau melayani Intan karena Tania belum memiliki pembantu.
“Dingin aja Bu.”
Siti langsung ke dapur untuk menyiapkan minuman dingin buat tamunya. Saat berada sendirian di ruang tamu itu, karena kagum dengan kehidupan Ali yang sudah menjadi orang kaya, timbul keinginan Intan untuk kembali lagi ke Ali, dia tak peduli Ali sudah punya istri. Yang penting bisa hidup bersanding dengan Ali, meski hanya menjadi istri keduanya sekali pun. Intan pikir kalau bisa menjadi istri Ali, hidupnya pasti enak.
Saat Intan sedang melamun itu, tiba-tiba Ali datang dengan istrinya masuk ke dalam rumah. Intan langsung menegur Ali.
“Bang aku datang mau menemuimu.”
“Kamu siapa?” tanya Tania ke Intan.
“Aku mantannya Ali bermaksud mau baikan lagi dengan Ali.”
“Maaf aku istrinya Ali, suamiku tak mungkin membagi cintanya padamu.”
“Iya itu betul sekali, cintaku tak bisa dibagi-bagi.”
Mendengar itu, Intan malu sekali. Dia cepat-cepat keluar dari rumah Ali. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya dia terus menangis karena menyesali perbuatannya di masa lalu yang sudah memutuskan cintanya dengan Ali.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan