Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ayam Kampung dan Burung Perkutut

Hari ke-2474 tanpa jeda

Bagian 1

Pada zaman dahulu kala, di kampung terpencil hiduplah bertetangga antara ayam kampung dan burung perkutut. Hidup mereka tidak rukun karena masing-masing mereka sering membanggakan diri dan bertengkar serta saling membuka aib masing-masing.

Keributan hewan yang bertetangga ini sering terjadi karena hal-hal yang sepele seperti kejadian pada suatu pagi burung perkutut mengomentari ayam yang sedang makan.

“Pantas saja ayam badannya besar, pagi-pagi sudah makan, makannya berebut lagi.” kata perkutut jantan.

“Iya….ya, sampai ayam betina dapat makanan sedikit karena direbut ayam jantan.” kata perkutut betina menimpali.

“Kenapa sibuk dengan urusan keluarga kami, urus saja keluarga kalian. Badan kami besar tidak apa-apa yang penting kami sehat. Daripada kalian badannya kecil-kecil, kurang gizi ya….hahaha….hahaha.” kata ayam jantan sambil tertawa.

“Siapa bilang kalian sehat? Buktinya terbang tinggi dan jauh kalian tidak bisa….hahaha….hahaha.” kata perkutut jantan mengejek.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post