Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ayam Kampung dan Burung Perkutut

Hari ke-2476 tanpa jeda

Bagian 3

Akhirnya semua bubar, karena angsa sangat dihormati di tempat itu, selain karena badannya besar cara bicaranya juga berwibawa.

Mengetahui ayam kampung dan burung perkutut sering ribut, angsa sengaja tinggal sementara di sekitar tempat tinggal mereka. Keributan tidak terjadi lagi, masing-masing bisa menahan diri. Karena keduanya segan kepada angsa. Namun setelah angsa pergi keributan keduanya kembali terjadi.

Keributan dimulai dari perkataan ayam jantan yang menyindir burung perkutut jantan.

“Katanya memakan makanan yang bersih langsung diambil dari pohon, tetapi badannya tidak membesar berarti makanannya tidak bergizi ya?”

“Ya benar itu, buktinya kita karena memakan makanan yang bergizi, badan kita semakin hari semakin besar.” kata ayam betina menimpali.

“Badan kami memang dari gennya kecil, ya tidak membesar, meski makan apapun, lain dengan kalian yang gennya menumbuhkan badan besar, memakan kotoran di comberan saja tetap tumbuh membesar. Kalau sudah besar disembeli oleh manusia, lalu dimakan sedangkan kami tidak di apa-apakan.”

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post