Ayam Kampung dan Burung Perkutut
Hari ke-2475 tanpa jeda
Bagian 2
Merasa diejek ayam jantan tersinggung, ia mau mematuk perkutut jantan. Namun sebelum berhasil mematuk, perkutut jantan dan pasangannya sudah terbang pergi meninggalkan tempatnya.
Pertengkaran terjadi lagi sore harinya, ketika pasangan burung perkutut kembali ke tempatnya. Kali ini pertengkaran dimulai oleh ayam jantan yang berkomentar kepada perkutut jantan.
“Capek ya? Mencari makan seharian penuh, terbang ke mana-mana, itulah resiko kalau menjadi mahluk miskin.”
“Siapa bilang kami mahluk miskin, bukan sebaliknya? Kami enak pelesiran ke mana-mana, memakan makanan yang bersih langsung dari pohonnya, tidak seperti kalian mencari makanan di tempat-tempat kotor, mengais-ngais tanah, comberan bahkan kotoran mahluk lain.”
Di hina seperti itu ayam jantan emosi sekali, hampir saja dia melabrak perkutut jantan kalau saja tidak di damaikan oleh angsa yang kebetulan ada di situ.
“Sabar, sabar, jangan sampai ada yang berkelahi. Sama tetangga tidak boleh bermusuhan, tidak baik, malu dilihat tetangga yang lain, memusuhi tetangga itu adalah perbuatan dosa.”
“Dia yang mulai.” kata perkutut jantan membela diri.
“Tapi dia menghina kami.” kata ayam jantan tak mau kalah.
“Sudah….berhenti semua, sekarang pulang ke tempat masing-masing.” kata angsa.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan