Keluarga Tuli
Hari ke-2466 tanpa jeda
Bagian 7
“Keluarga macam apa ini, Magrib-magrib tertawa ngakak kedengaran sampai ke ujung jalan sana, apa kalian tidak malu, tetangga kalian lagi salat Magrib kalian tidak salat.”
“Maaf Pak ustaz kami lagi berbahagia karena baru mendapat uang dari menjual kambing kami.”
“Seharusnya kalian bersyukur, mengucapkan alhamdulillah.”
“Ya Pak ustaz.”
“Mulai besok ada pengajian dan belajar agama di rumahku, kalian bertiga harus hadir.”
Lalu sang tamu pamit setelah mengucapkan salam. Karena segan dengan pak ustaz, keesokan harinya Ali, Wati, dan Iwan menghadiri pengajian itu. Undangan pengajian di rumah pak ustaz berikutnya rutin diikuti keluarga tuli.
Bahkan keluarga tuli juga menghadiri acara-acara serupa yang diadakan di tempat lain. Keluarga ini semakin banyak ilmu agamanya dan semakin mengerti agama.
Mereka mulai melaksanakan salat dan kewajiban yang lain dan meninggalkan hobi mereka mencuri, karena mereka sudah mengetahui mencuri itu dosa.
Keluarga tuli sudah menjadi keluarga baru, benar-benar berubah, keluarga yang taat menjalankan perintah agama.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan