Keluarga Tuli
Hari ke-2460 tanpa jeda
Bagian 1
Di suatu kampung, hiduplah satu keluarga yang semuanya tuli. Keluarga ini memelihara beberapa ekor kambing untuk menambah penghasilan mereka. Pondok tempat tinggal mereka terletak di pinggir jalan yang banyak dilalui orang.
Pada suatu hari ada orang yang melewati jalan di samping rumah mereka dan bertanya ke Ali, kepala keluarga tuli tersebut.
“Pak….Pak, jalan ini menuju ke mana?”
“Enak saja mau menyita kambing kami, memangnya Bapak siapa.” kata Ali sambil mengeluarkan jurus silatnya.
Mendapat perlakuan seperti itu, orang yang bertanya itu cepat-cepat pergi seraya berkata dalam hati.
“Dasar orang tuli, orang bertanya baik-baik eh malah nantang.”
Setelah orang itu pergi jauh dari rumahnya, Ali bercerita kepada Wati sang isteri dan Iwan anak tunggalnya.
“Tadi ada seorang laki-laki yang mau menyita kambing kita, besar juga nyalinya, orang itu belum tahu kalau ayah jago silat.”
“Sudah Mas, kalau orang itu menawar kambing kita setengah juta per ekor jual saja.” kata Wati menanggapi omongan suaminya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan