Menziarahi Kemerdekaan
Menziarahi Kemerdekaan
Setiap tahun bendera dikibarkan
Barangkali utang kita kian bertimbun pada sejarah
Dikirimnya udara yang menggigil
Seakan-akan memanggil kita berziarah
Pada tanah yang dibentangkan
Kembali menggali-gali waktu
Di mana api menyala dalam sebuah tandu
Ketika kulit sebatas melapisi tulang-tulang Sudirman
Retas sekujur deru napas
Telah ia suguhkan dadanya matang-matang
Menebus tanah dan air yang tergadai
Sebagaimana detik meniti detik
Kala hitam tak lagi malam
Lihatlah, sepotong mimpi yang membusuk
Dari kening anak-anak di simpang jalan
Atau onggok dosa penambal luka
Dari wanita bergincu terang
Kemudian pemuda-pemuda yang mabuk
Mereka muntahkan remahan janji yang terhidang setiap pagi
"Siapa yang akan melunasi semua?"
Hari menjemput hari
Setiap kali bendera dikibarkan
Sebanyak itu pula utang bertambah pada kemerdekaan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan