Mawar Hitam
Saka mengusap kedua telapak tangannya, uap air memantul pada kaca ruangan sempit berukuran dua kali dua meter. Cuaca diluar mencapai minus, Saka nyaris tak mampu berdiri. Ruangan itu hanya dilengkapi tempat tidur kayu dan selimut butut. Bau lembab ruangan yang tanpa pemanas membuat tulang-tulang bergetar hebat.
Saka tidak dapat merasakan kakinya dan dia mulai berhalusinasi. Bayangan masa lalu tentang bagaimana dia tumbuh dengan sendirinya. Saka kecil terpaksa membongkar-bongkar sisa makanan dari tong sampah. Dalam keadaan perut kosong anak kecil kelaparan yang malang harus bertahan. Cuaca ekatrem yang sama nyaris membuat nyawa anak kecil itu melayang. Pada saat yang kritis tersebut, Mr. Black memungutnya dari kematian.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
