Mawar Hitam
Saka menghapus keringat di jidatnya dengan tangan kanan. Rasa puas setelah menghajar penyerang laki-laki tua itu baginya luar biasa. Begitu melihat penyerangnya terkapar menahan sakit, laki-laki tua tersebut menghampiri Saka dengan langkah tertatih. Darah segar masih menetes di sudut bibirnya yang pecah akibat pukulan yang tadi ia dapatkan dari salah seorang pengawal Mr. Black.
Saka menyalami laki-laki tua yang serta merta hendak memeluknya. Tatapannya secara tidak langsung memohon ucapan terima kasih dan penghormatan luar biasa. Saka tahu dirinya akan menerima hukuman yang luar biasa nanti dari ayah angkatnya akan tetapi dirinya tidak menginginkan hal lain saat ini selain menyelamatkan prinsip hidup yang menjadi pegangannya dari dahulu. Saka memberi isyarat agar orang tua itu pergi sesegera mungkin dari tempat itu.
Bersambung.....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
