Mawar Hitam
Saka yang sekarat mendengar sayup-sayup suaranya dipanggil. Lampu ruangan yang menyala membuat matanya silau dan sulit mengenali sekitarnya. Kesadarannya masih belum kembali seutuhnya. Saka terdiam mengingat apa yang membuatnya terkapar tak berdaya.
Saka menahan sakit yang terasa disepanjang tubuhnya, dia bersyukur lepas dari maut. Saka melebarkan pupil matanya dan dia menangkap dinding putih dan selang yang merjuntai di seluruh tubuhnya. Bunyi detektor kehidupan terus berbunyi disampingnya. Alat yang menandakan dia masih hidup terdengar semakin lemah.
Saka menguatkan dirinya karena dia belum mau mati sekarang. Saka memperbaiki posisi tubuh dan mengatur sedemikian rupa agar dia dapat berisitirahat dengan nyaman. Saka memutuskan untuk fokus pada pemulihan dirinya dulu nanti baru kondisi sekitarnya. Saat pemuda itu sibuk mengatur posisinya, sebuah anak panah beracun dilepaskan dari punggungnya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
