Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Mawar Hitam

Orang-orang mulai berdiri satu per satu dan membentuk bariasan yang memanjang, seakan siap menunggu tamu yang akan lewat. Asumsi seperti itu tidak salah karena dalam hitungan menit saja mereka sudah kembali memeriksa posisi berdirinya masing-masing. Sungguh pemandangan yang luar biasa ketika orang-orang memberi ruang dan waktu dengan penuh rasa hormat. Mr Black berjalan dengan gagah dan sedikit angkuh ke dalam ruangan tanpa menoleh ke sekelilingnya.

Langkah tegap dengan setelan mahal dan mengkilat memberikan kesan luar biasa kepada laki-laki paruh baya yang berdiri angkuh. Semua warga kampung tahu jika sang peramal masih belum datang padahal menurut kepercayaan mereka hal tersebut tidak halal. Akan tetapi sangat disayangkan mereka semua menipis imannya. Pertemuan yang serius menampilkan keahlian yag dimiliki masing-masing pengawal. Saka tersenyum saat menyadari ada gejolak yang muncul dan mempengaruhi sikapnya.

Rasa suka dan sayang bukan datang tiba-tiba akan tetapi karena rasa, kesadaran dan kenyakinan menengahi perdebatan batin dalam hati. Gejolak batinnya masih terasa diawal akan tetapi berikutnya normal kembali. Saka menikmati keindahan ciptaan yang maha kuasa dan menunggu dalam beberapa waktu yang tidak panjang membiarkan kenangan berlalu dan sekarang tampaknya juga diawasi oleh kepahitan hidupnya.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post