Mawar Hitam
Mala sampai di kediamannya lewat tengah malam, setelah berhasil lepas dari pertarungan yang cukup alot akhirnya dirinya berhasil kabur. Rasa panas dan nyeri terus datang dari bawah telinga mencapai telinganya. Akibatnya gadis itu terpaksa meninggalkan arena pertempuran.
Setelah menyeka darah yang terus mengalir dari lukanya, gadis itu mengobati lukanya dengan pengobatan apa adanya saja. Kotak P3K miliknya tampak kosong lalu dia pun memasukan kembali peralatan tersebut. Mala mengoleskan obat dan menutup bagian leher yang terluka tersebut dengan kain kasa dan menutupinya.
Rasa nyeri dan perih serasa terbakar menderanya, dirinya terus berjuang menahan. Malam yang panjang dilalui tanpa ragu, melebihi panjangnya waktu yang menghargai waktu. Mala mengalami demam cukup tinggi dan semua akibat luka di lehernya.
Bersambung. ...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
