Naraya
Dimana mereka kedua orang tuanya tak diketahui rimbanya, Naraya dan seiisi rumah menjadi panik dan bertanya. Seluruh upaya akan menenmukan kedua majikan yang baik tidak terwujud hingga menjaleng fajar datang. Pak Sarwo akhirnya menyerah, bersama beberapa orang pekerja memutuskan berhenti sementara. Sekedar melepaskan lelah dan mengisi perut mereka yang memang kelaparan, Pak Sarwo juga tak lupa meminta Naraya istirahat sejenak mengumpulkan energi mereka untuk digunakan nanti mencari keduanya.
Siang yang panjang dan kelelahan yang sangat membawa mereka pada kenyamanan sesaat. Waktu yang berlalu menina bobokan mereka semua. Siang akhirnya tergelincir, Naraya terbangun dan mereka semua juga demikian. Suara heboh yang membangunkan berasal dari bagian bawah rumah lebih dekat keperkampungan penduduk. Ramainya teriakan memanggil namanya membuat Naraya segeranya menuju halaman. Disana sudah banyak orang dengan wajah khawatir memanggil namanya untuk melihat sesuatu yang mengerikan.
Maka mereka akhirnya memutuskan untuk menuju tempat yang ditunjukkan warga. Di sana di daerah perkebunan pisang dan batang kopi yang luas, beberapa petani dan pekerja kebun menemukan jasad seorang laki-laki dalam kondisi menggenaskan. Naraya merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut, hatinya berisik menyuarakan prasangka yang sangat menakutkan tentang identitas jasad yang ditemukan tersebut. Namun kenyataan yang dia temukan membuat tubuhnya lunglai dan hancur.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
