Naraya
Senandung indah menyejukkan hati di pagi hari, membawa aura positif yang melegakan. Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya gadia manis bernama Naraya itu melangkah keluar rumah dengan anggun layaknya seorang putri. Rumah bambu yang terlihat sederhana namun apik menggambarkan pemiliknya yang elok dan rajin.
Naraya diantar ke sekolah dengan delman oleh kusir pribadi keluarganya. Pak Soleh menjadi pengawas kuda peliharaan ayahnya. Ada beberapa pegawai ayahnya yang merupakan staff ayahnya. Namun tidak sembarang orang dapat menyentuh Naraya atau tuannya yang lain. Mereka yang dipilih untuk berinteraksi adalah orang yang berkompetensi.
Naraya duduk anggun dengan anggun, delmannya kali ini dihiasi kain sutera dan umbul-umbul serta manik-manik permata. Kuda besar tinggi menonjolkan otot yang kekar dan perkasa. Naraya menyukai penampilannya karena ini menurutnya unik. Teman-temannya tentu akan berebut nanti minta menaiki kuda gantengnya.
Bersambung. ...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan