Naraya
Mereka menelusuri jalanan setapak batas desa dengan rasa dan pikiran masing-masing. Mereka telah melebihi batas kesadaran yang panjang untuk memutuskan perkara ini. Naraya selama ini dijaga dan dilarang untuk menyentuh batas desa bagi kedua orang tuanya, namun sekarang pada kondisi yang berbeda gadis itu harus diantarkan melewati kawasan yang terlarang itu. Naraya menatap dengan yakin dan menggengam tangan Pak Sarwo dengan hangat.
Gadis malang itu seolah-olah mengatakan jika dirinya akan merasa baik-baik saja. Mereka mencoba menetapkan hati, melintasi daerah yang jarang dilewati dan akhirnya terjalani. Naraya merasakan sesuatu luar biasa saat melewati gerbang. Pak Sarwo yang mulanya mengajak beberapa orang diakhir batas perjalanan meminta mereka menurunkan barang-barang. Persyaratan akhirnya ditinggalkan dibatas sesuai dengan kesepakatan awal.
Pak Sarwo berhasil menuntaskan tugasnya, namun dirinya tidak akan melibatkan banyak orang lagi. Mereka berdua yang akan menyelesaikannya. Setelah merampungkan kesepakatan dan berbenah semuanya terlewati dan dia meminta orang-orang pulang membawa bakul-bakul yang kosong. Pada awal dan akhir perjuangan mereka menyelesaikan tugas tersebut baru saja dimulai. Kedua orang yang berbeda usia tersebut mencoba memantapkan hati saat tepat berdiri di depan gerbang hutan larangan tersebut.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
