Naraya
Pak Sarwo maju menerjang dengan penuh keberanian dan kekuatannya berharap ini semua akan mengalihkan makhluk tersebut kepada dirinya. Dia tak ingin putri majikannya mendapat celaka akibat kelalaiannya. Sebelum semuanya jelas maka Pak Sarwo berniat meneruskan upaya mereka menemukan majikan perempuannya dan sekaligus memutus perjanjian mereka dengan makhluk jahat. Mereka masih berharap dengan bernegosiasi dengan makhluk tersebut maka nyawa Naraya akan dapat diselamatkan.
Pak Sarwo menghantam sisi kanan dari makhluk yang masih berwujud majikan laki-lakinya. Serangan demi serangan dia lancarkan namun lawannya seperti kebal benda tajam. Keris saktinya seperti kehilangan kesaktiannya, layaknya senjata tajam yang terus berkelebat dan terjeja. Benda tersebut nyaris tak berkemampuan. Kehilangan kemampuan dan kesabaran membuat harga dirinya merasa terluka. Pak Sarwo menjadi kehilangan arah dan sebuah hantaman membuatnya tersungkur dan jatuh berguling menuju tepi jurang.
Naraya yang terus bejuang dan akhirnya mencapai batas kekuatannya, melepaskan energi positif yang ada dalam dirinya berupa kesabaran dan kasih yang tulus. Akhirnya makhluk tersebut menampilkan sosok aslinya tepat saat Pak Sarwo menghantam dinding tebal sehingga kekuatannya berbalik menyerangnya dan mengakibatkan laki-laki itu terdorong dan jatuh berguling menuju tepi jurang. Naraya yang melihat hal tersebut melepaskan seluruh kekuatan terakhirnya dan ikatannya pun lepas.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
