Naraya
Naraya mencapai bagian pinggir hutan dengan susah payah, tubuhnya merasakan lelah yang luar biasa. Malam yang mulai tergelincir dan terbitnya sang fajar menyisakan lelah yang berakhir tubuh yang rubuh ke tanah. Saat mentari menyinari seluruh hutan dan menghantarkan suara burung-burung dan riak air sungai yang mengalir ringan membuat semuanya terasa damai. Hutan itu masih tenang seperti sediakala seperti tidak ada kejadianya sebelumnya. Tidak ada serangan atau makhluk mengerikan yang menyerang, suasana tenang layaknya hutan.
Sehelai daun jatuh tepat di atas wajah polos Naraya, dan gadis itu terbangun. Cahaya matahari pagi mengahangatkan pipinya. Naraya membawa tubuhnya untuk duduk dan bersandar pada pohon Aok tua yang salah satu dahannya menyentuh sungai. Pohon yang tampak tua bersama dedaunannya yang rindang ikut melindungi tubuh gadis yang sedang terluka. Akhirnya seekor ikan muda melintas di hadapannya, perutnya yang bernyanyi riang akhirnya terpatahkan. Naraya melepas lapar dengan membayangkan ikan tersebut telah masuk ke dalam perutnya.
Halusinasi Naraya membuat pikirannya sejenak terhenti dan energinya benar-benar kosong. Namun disaat bersamaan seseorang mengangkat tubuhnya. Naraya baru tersadar beberapa waktu kemudian dan indera penciumannya membau sesuatu yang sangat harum dari sesuatu yang terpapar diatas api yang minta di pindahkan ke dalam perutnya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
