Naraya
Hutan larangan sepertinya engan tidur dan memilih mempertahankan malam, karena malam membuatnya puas mengeluarkan makhluk-makhluk mengerikan yang buas. Salah satunya yang kini berada di depan mereka, Pak Sarwo tidak kehilangan akal, memisahkan diri dari Naraya ke arah lain dan mencari posisi yang tepat untuk mengalihkan perhatiannya. Laki-laki itu berlari memutar dan sebenarnya bukan berlari lebih tepatnya memutar untuk menyusun kayu-kayu untuk dibakar kembali.
Pak Sarwo menangkap ada yang sedang dijaga oleh makhluk itu dari perhatian mereka, karena beberapa kali penyerangan yang dia lakukan sepertinya hanya sekedar mengulur waktu. Bukan benar-benar ingin membunuh mereka. Situasi yang memungkinkan bagi mereka untuk terus bergerak dan berjuang memenuhi sumpah yang telah diucapkan. Naraya membentangkan tanganannya dan melebarkan sedikit posisi kedua kakinya.
Saat makhluk itu menyerang dari depan, Naraya menconcongkan tubuhnya ke samping kiri. Dan jika diserang balik maka Naraya akan mencondongkan tubuhnya ke arah yang berbeda. Naraya untuk sementara hanya dapat mengelak sementara Pak Sarwo terus berupaya menyerang balik makhluk tersebut dan akhirnya makhluk menyeramkan itu kembali lari kearah dalam hutan larangan. Pada kondisi seperti itu Naraya ingin mengejarnya namun Pak Sarwo memegang tangannya dan menahan Naraya untuk tidak melakukan hal tersebut.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
