Naraya
Ketika perut mereka sudah memainkan musik perang sementara tuannya masih bersikap acuh, teka-teki itu tetap belum terpecahkan. Naraya sedikit merasa bosan sehingga gadis itu memilih mengalihkan fikirannya pada pohon yang terdapat disebelah barat air terjun. Mata gadis itu langsung berkedap kedip gembira karena setumpuk buah yang ranum seakan memahami persoalan perutnya. Dan selang beberapa waktu kemudian dirinya telah berdiri di atas dahan yang paling besar dan memetik seluruh buah karena misinya adalah makan sekenyangnya.
Aksi Naraya tak lepas dari pantauan Pak Sarwo, maka laki-laki tersebut bejalan ke arah belakang air terjun guna mengumpulkan kayu bakar dan mencari sedikit makanan berat jenis protein. Usahanya tidak sepenuhnya gagal sebab kayu bakar berhasil dia kumpulkan. Akan tetapi ikan-ikan segar yang berukuran besar gagal dia dapatkan dan hanya beberapa udang sedang yang nanti akan dia panggang. Naraya membawa sebakul buah sawo, mangga dan beberapa sukun. Buah-buahan memang kurang mengenyangkan namun mereka berdua harus tetap sehat selama diperjalanan pengembaaran mereka kali ini.
Naraya membantu Pak Sarwo menyiapkan segalanya, air terjun cukup bagus airnya untuk dikonsumsi. Naraya membersihkan udang yang tadi berhasil dikumpulkan Pak Sarwo, lalu meletakkan diatas bara api. Untungnya mereka dibekali garam sehingga masakan sementara mereka juga terasa enak sekaligus mengenyangkan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
