Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Naraya

Naraya

Naraya kembali memanggil sekedar memancing makhluk tersebut, namun beberapa hal yang kemudian terjadi diluar nalarnya. Suara dentuman keras terdengar beberapa detik berikutnya, pintu ruangan terbelah dua dan makhluk itu kini berdiri tepat dihadapannya. Naraya terdorong ke belakang dan tubuhnya membentur dinding. Jelas kepalanya menjadi sakit dan pandangannya seketika berkunang-kunang, tubuh bagian belakangnya terasa sakit sekali.

Naraya hanya mampu menyeret tubuhnya menjauh, berusaha berdiri namun dia belum mampu. Situasi terburuk yang membuatnya kali ini lebih tak bertenaga ketika melihat sang ibu masih terhubung dengan makhluk tersebut. Perempuan itu tampak tak berdaya, dalam dekapan yang makhluk menyeramkan tersebut. Suara bersin yang di dengar tadi ternyata berasal dari sang ibu yang sudah tampak lelah dengan kondisi yang awut-awutan diseret pada bagian lehernya.

Naraya terus berteriak berjuang untuk kehidupan dirinya dan juga sang ibu, hatinya tercabik-cabik melihat semua pemandangan yang menurutnya sangat kejam. Sementara sang ibu tampak semakin kepayahan karena tubuhnya terpaksa mengikuti setiap gerakan dari makhluk tersebut. Layaknya boneka tangan perempuan itu makin tak berdaya dan semakin pucat. Hanya pandangan yang penuh harap dan kasih sayang yang menjadi pertanda dirinya masih berharap kehidupan.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post